my gals
Jadi gini, gw punya sejumlah kawan dekat.. a bunch of quarter-life females who have been friends for about 7 years now. Oia, kami senang sekali bikin slumber party di apartemen-yang-sebenernya-biasa-aja-tapi-entah-kenapa-kita-selalu-aja-nginep-di-sini. Seharusnya kita ketemu setiap sebulan sekali, should be more than that actually regarding to this agreement we had since about 4 years ago. But one thing led to another, sebulan sekali bisa ketemu lengkap aja (oh, I forgot to tell you that it should be 10 of us) udah seneng banget, which was practically a ‘1 to 1000 chance’. Agak sedih siy, mengingat semasa kuliah dulu we spent almost everyday together, di luar nginep-nginep bareng untuk ngerjain tugas kuliah kelompok untuk mata kuliah komunikasi massa-jurnalistik.
If you think that I’m a talk-too-much kind of person, then you have got to see them in a complete formation. Setiap kita ketemuan, well, maybe it’s because we don’t see each other that much siy, semua orang berebutan giliran untuk ngomong. Bahkan ketika kami membicarakan 1 topik, everyone’s simply talking. Entah gimana dan siapa yang akan berperan jadi pendengar. But it happens almost all the time, no matter where, how, and when, and what topic we’re discussing. In fact, we talk about almost everything. Beneran apa aja, mulai dari soal kerjaan. Bahkan topik kerjaan bisa dibagi lagi jadi subtopik temen kantor yang aneh, bos yang annoying, gaji yang segitu-gitu aja, promosi yang cuma basa-basi, sampe pengalaman di kerjaan yang agak ajaib, mulai dari diberdayakan jadi panitia ulang taun bos besar, ketemu nenek-yang-sangat-membanggakan-ketampanan-dan-kelucuan-cucunya-padahal-sebenernya-biasa-aja, sampe ikut rombongan ibu menteri ke manado.
Topik lain yang sering sekali kami bahas adalah soal relationship, which is very much in line with the fact that 25 years old female tend to have that kind of quarter-life-crisis syndrome like they say. Topik soal hubungan ‘rumah tangga perusahaan’ ini menurut gue siy adalah yang paling seru dibahas. One of us is married, the rest.. still searching mode: ON. Maksudnya bukannya belom punya pasangan lho.. eh, tapi iya juga siy.. tapi ada juga yang masih menunggu saat yang tepat untuk meresmikan hubungan ke jenjang pernikahan.. [ummm.. come again?]. Status kami saat ini.. umm, ada yang mengambang terkendali, janda bule, england-malay far far away, pacar-pengen-menikah-orang-tua-suruh-kuliah, cuek aja mode.
Our last slumber party was the one where our friend who happens to live in Portsmouth, UK, came home for few days and being hijacked by us, of course, to tell everything she experienced there. Her teddy bear patiently accompanied us there, until he came home and we became wilder. Maksudnya lebih gila-gilaan lagi cerita-ceritanya.. sampe ketawa-ketawa kayak orgil gituh. These are two of our discussions last night:
o Jadi temen gue yang di UK itu suatu hari menginap di sebuah hostel bersama 5 orang perempuan lain yang sebelumnya sama sekali belum pernah saling kenal. So there were those few Brazilians who unbelieveably like to be undress [it’s a polite form of naked actually, I prefer] in the room. So they walk around the room, out of the bathroom without a single outfit on. One day, this friend of mine woke up in a morning and yawned. When she opened her eyes, gathered her scattered consciousness, suddenly one of those Brazilian stood in front of her with the position where my friend’s eyes were directly across the.. umm.. ya.. itu lah. And the story about Brazilian wax that’s been told in the movie like Sex and The City.. unfortunately those Brazilians don’t really do one. So ya.. bayangkan betapa syoknya temen gue itu ketika menatap si ‘hutan amazone’..
o Ada lagi satu orang temen gue, bekerja di sebuah media massa di Jakarta. She has a colleague who’s incredibly annoying. Temen gue ini menggambarkan temen kantornya sebagai seorang wanita bersuara sengau [I instantly imagined Monica from Hard Rock FM’s Bad Business Advice] yang mengaku keturunan bidadari [ato peri ya? Lupa..]. Oia, temen kantornya bukan semacam gadis kecil berumur 10 tahun lho ya.. karena si perempuan ini sudah menikah dengan seorang marinir. So she’s some kind of ADD a.k.a attention deficit disorder which is trying to legalize attention seeking at the office. Lucu aja siy, sekaligus kasian karena semua orang di kantor menganggap dia aneh.
o The last and also one of the most outrageous topic we discussed last night was about kemoceng dan bulu-bulu ayam yang ditempelin Peach Goddess [actually this is the name of dangdut singer who’s breast was controversially being touched by a sick fan] di rambutnya. Untuk topik ini kayaknya agak kurang appropriate untuk diceritain di sini soalnya ini menyangkut temen gue yang apparently cukup polos sehingga akhirnya kami berdiskusi mengenai umm.. body anatomy.. of male. Tentu saja lead arranger dari diskusi ini adalah suhu, guru of the guru, master of hot topic.. ya temen gue si janda bule itu, yang mengaku mizuage-nya telah kembali [internal term.. for further info, please contact me privately.. =D].
Well anyway, it was fun, though. Di tengah kegilaan kuliah sambil kerja [ato kerja sambil kuliah ya?] yang gue lakukan, ketemu mereka adalah hiburan yang gue tunggu-tunggu. They always have stories to share, and the stories were usually and unbelieveably amusing. I wish this sisterhood we have will be for good, honestly.
Uncategorized |One Response to “my gals”
Leave a Reply
Bite my shiny metal ass, assholes, you were joked!